Panen Tiap Hari, Bantul Surplus Beras - Warta 24 Yogyakarta
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Panen Tiap Hari, Bantul Surplus Beras

Panen Tiap Hari, Bantul Surplus Beras

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Produksi padi di Kabupaten Bantul melimpah menjelang pergantian tahun. Karenanya, selain ketersediaan yang aman harga beras di Kabupaten Bantul terbilang stabil.
Kepal…

Panen Tiap Hari, Bantul Surplus Beras

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Produksi padi di Kabupaten Bantul melimpah menjelang pergantian tahun. Karenanya, selain ketersediaan yang aman harga beras di Kabupaten Bantul terbilang stabil.
Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kabupaten Bantul, Pulung Hariyadi mengatakan tanam padi September lalu telah menghasilkan panen pada Desember seluas kurang lebih 2.506 hektare dan produktivitasnya 6,76 ton per hektare. Karenanya, diperoleh hasil 16.940 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 10.170 ton beras, dengan panen Januari diperkirakan seluas 1.510 hektare.
"Kebutuhan di daerah kami dengan jumlah penduduk kurang lebih 937.560 jiwa dengan konsumsi 86,5 kilogram per kapita per tahun, dibutuhkan beras sekitar 6.739 ton per bulan yang artinya kebutuhan beras Bantul tercukupi bahkan surplus sekitar 3.431 ton pada bulan ini," kata Pulung, Jum'at (30/12).
Ia menjelaskan, terjami nnya produksi padi Kabupaten Bantul disebabkan karena pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terjun langsung ke lapangan bersama petani meningkatkan produksi padi. Misalnya, lanjut Pulung, telah membangun dan memperbaiki jaringan irigasi tersier, optimasi lahan, bantuan-bantuan ke petani, pompa air, traktor dan benih berkualitas, subsidi pupuk dan lain-lain.
Lebih lanjut, Pulung menerangkan jika Kabupaten Bantul di samping dikenal sebagai produsen penganan geplak, kerajinan gerabah kasongan dan industri kerajinan kulit di Manding, juga sebagai sentra padi di Yogyakarta. Ia pun telah menugaskan petugas lapangan rutin terjun ke lapangan guna memantau pertanaman. Jadi, proses produksi petani benar benar didampingi dengan baik, ujar Pulung.
Terpisah, petani Dusun Balong, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Ngatijo Harjo menuturkan, setelah di panen biasanya sawah diolah untuk tanam lagi IR64. Untuk pekerjaan mengolah tanah dengan traktor mendaptkan upah R p 300.000 sehari kerja. "Di sini petani menjual bukan gabah pak, tapi beras Rp 9.000-10.000 per kilogram," kata Ngatijo.
Senada, Pengurus Kelompok Tani Tanjung Mulyo, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Sumijo mengaku, musim ini padinya yang merupakan varietas ciherang menghasilkan 7,8 ton per hektare. Sedangkan, harga gabah di sawah Rp 4.800 per kilogram. "Alhamdulillah, ini hasil padi bagus pak, berkah bagi kami saat tahun baru 2018," ujar Sumjo.

Sumber: Google News | Warta 24 Bantul

Tidak ada komentar