2 Siswi SD tewas tenggelam di kolam renang hotel kawasan ... - Warta 24 Yogyakarta
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

2 Siswi SD tewas tenggelam di kolam renang hotel kawasan ...

2 Siswi SD tewas tenggelam di kolam renang hotel kawasan ...

Merdeka > Peristiwa …

2 Siswi SD tewas tenggelam di kolam renang hotel kawasan ...

Merdeka > Peristiwa 2 Siswi SD tewas tenggelam di kolam renang hotel kawasan Yogyakarta Jumat, 5 Januari 2018 01:30 Reporter : Purnomo Edi TKP kolam renang di hotel kawasan Yogyakarta. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang pelajar bernama Lina Nur Saputri (10) dan Nur Latyfah (10) tewas tenggelam di kolam renang sedalam dua meter di salah satu hotel yang berada di daerah Jalan Mangkuyudan, Kota Yogyakarta, Rabu (3/12). Kedua korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD Negeri Suryo 1, Kota Yogyakarta ini sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi akhirnya tak tertolong.

Kanit Reskrim Polsek Matrijeron, AKP Abdul Jalil menuturkan kedua korban bersama seorang temannya bernama Siti Amanda (10) sekitar pukul 14.00 WIB datang ke hotel di daerah Jalan Mangkuyudan, Kota Yogyakarta untuk berenang. Mereka, kata Abdul, sempat membayar Rp 8 ribu kepada resepsionis sebagai tiket masuk berenang di kolam.

"Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB ada telepon dari pihak hotel ke Polsek Mantrijeron. Dilaporkan ada dua orang tenggelam dan sudah dilarikan ke rumah sakit Wirosaban," ujar Abdul di Mapolsek Mantrijeron, Kamis (4/12).

Abdul menjelaskan dua korban tenggelam, diketahui setelah rekan korban berteriak-teriak minta tolong. Kemudian teriakan ini didengar oleh petugas hotel yang langsung menolong. Kedua korban pun segera dilari kan ke RS Wirosaban untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya, nyawa kedua korban tak bisa diselamatkan.

"Memang keamanan di sekitar kolam renang sangatlah minim. Tidak ada penjaga yang mengawasi. Tidak ada tulisan ketinggian berapa meter. Tidak ada pelampung dan tulisan jika anak-anak harus didampingi oleh orang tuanya jika ingin berenang," ungkap Abdul.

Abdul menyampaikan hingga saat ini kasus tenggelamnya dua pelajar SD ini masih dalam proses penyelidikan. Sejumlah saksi-saksi sudah kita mintai keterangan.

"Jika ditemui ada kelalaian maka bisa dijerat dengan pasal 359 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Tetapi paska kecelakaan, pihak hotel dan keluarga sudah berembug. Bahwa kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan," ulas Abdul.

Abdul menceritakan kedua jenazah korban saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Untuk Lina dimakamkan di Semin, Gunungkidul sedangkan Nur dimakamkan di Bumiayu, Jawa Tengah.

Abdul menambahkan paska kecelakaan hingga berujung pada tewasnya dua bocah di kolam renang, pihak Polsek Matrijeron akan mendatangi satu persatu hotel yang memiliki kolam renang di wilayahnya. Nantinya, Polsek Mantrijeron akan menyarankan bagi hotel yang memiliki kolam renang untuk menugaskan petugas jaga agar kasus serupa tak terjadi lagi.

"Minimal di kolam ada yang jagalah. Selain itu ada tulisan dalamnya kolam seberapa dan ada rambu-rambu peringatan bagi pengunjung yang akan berenang. Selain itu pihak hotel musti menyiapkan alat-alat keselamatan seperti ban dan pelampung bagi pengguna kolam renang," tutup Abdul. [ded]

Baca Juga:
11 Korban speedboat tenggelam di Banyuasin ditemukan, operasi ditutup10 Penumpang speedboat tenggelam di Banyuasin ditemukan tewas, sisa 1 korbanTenggelam di Pantai Baron Yogya, jenazah Ilham ditemukan di Pulau SempuEpilepsi kambuh, Andik Tenggelam di Sungai BrantasHilang saat mandi di sungai, bocah 10 tahun ditemukan tewas terjepit kapal
Topik berita Terkait:
  1. Tewas Tenggelam
  2. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Warta 24 Yogyakarta

Tidak ada komentar