WARTA 24 YOGYAKARTA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Menalar Fenomena Danau Dadakan akibat Siklon Cempaka di ...

Posted by On 04.32

Menalar Fenomena Danau Dadakan akibat Siklon Cempaka di ...

Banjir di Padukuhan Wediwutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, airnya jernih. KOMPAS.com/Markus Yuwono Banjir di Padukuhan Wediwutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, airnya jernih.

KOMPAS.com - Banjir di Gunung Kidul yang dipicu oleh siklon tropis Cempaka awal minggu ini menjadi pembicaraan. Bagaimana tidak, banjir terjadi di wilayah yang cukup luas, membentuk danau dadakan hanya dalam 30 menit. Plus, airnya jernih, tak seperti banjir umumnya.

Banyak yang kemudian bertanya-tanya soal bagaimana hal itu bisa terjadi. Mungkinkah Gunung Kidul punya saluran-saluran air yang bersih sehing ga banjirnya bisa jernih layaknya di Jepang?

Ahli geologi Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan, danau dadakan tersebut bisa terjadi karena topografi Gunung Kidul sebagai daerah karst.

"Pada saat hujan biasa, air itu bisa mengalir melalui sungai-sungai bawah tanah. Namun akibat hujan ekstra tinggi seperti beberapa hari lalu, maka tidak semua air permukaan tadi mampu dialirkan oleh saluran alam ini," kata Rovicky.

Dihubungi Kompas.com, JUmat (1/12/2017), Rovicky menguraikan bahwa banjir Gunung Kidul tidak terjadi akibat mampernya saluran air seperti di Jakarta. Air juga tidak bercampur dengan lempung sehingga jernih.

Baca Juga: Banjir di Yogyakarta, Apakah Cuma gara-gara Siklon Cempaka?

"Sebetulnya, banjir di gunung kidul ini adalah sebuah air limpahan sungai bawah tanah dan airnya jernih," katanya.

"Yang sering membuat kotor adalah lempung (tanah liat) sementara di daerah kapur atau gamping jarang diju mpai lempung. Kapur atau gamping itu mudah larut, dan tidak menjadi tanah lempung yang seringkali menjadi "pengotor" air permukaan," urainya.

"Yang sering membuat kotor adalah lempung (tanah liat) sementara di daerah kapur atau gamping jarang dijumpai lempung. Kapur atau gamping itu mudah larut, dan tidak menjadi tanah lempung yang seringkali menjadi "pengotor" air permukaan,"katanya.

Diberitakan Kompas.com, Kepala Dukuh Wediwutah, Diarto, mengatakan, danau menggenangi daerahnya pada hari Selasa (27/11/2017). Sejak itu, debit air terus naik dan warga menduga air bersumber dari sumber air Wireneng, yang debitnya naik saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: NASA Ciptakan Alat Peramal Banjir, Begini Cara Kerjanya

Air danaunya tidak berwarna keruh, tetapi jernih dan agak berwarna kehijauan jika dilihat dari puncak tertinggi. Air tersebut sudah menggenangi puluhan hektar lahan pertanian, peternakan ayam dan memu tus akses jalan desa.

"Ketinggian air sekitar 20 meter. Ada togor (tiang) listrik tidak kelihatan, malah air semakin tinggi. Jika dilihat dari sumbernya, airnya terus keluar," kata Diarto.

Rovicky mengungkapkan, fenomena danau dadakan di Gunung Kidul ini diharapkan bisa meningkatkan awareness soal daerah karst.

"Tidak seperti didaerah yang bukan gamping, biasanya air tersimpan dalam pori-pori batu pasir. Di daerah gamping, air banyak tersimpan di kantung-kantung air yang berupa goa dan sungai bawah tanah. Ini pelajaran bahwa penyimpanan air di daerah gamping (karst) itu berada pada kantung-kantung yang berbeda dengan daerah sedimen pasir. Itulah sebabnya penanganan daerah karst harus ekstra," katanya.

Terkini Lainnya

9 Mitos soal HIV, Lupakan, Jangan Sampai Terjebak Mempercayainya

9 Mitos soal HIV, Lupakan, Jangan Sampai Terjebak Mempercayainya

Kita 02/12/2017, 19:00 WIB Erupsi Gunung Agung, Seberapa Besar Dampaknya pada Cuaca?

Erupsi Gunung Agung, Seberapa B esar Dampaknya pada Cuaca?

Fenomena 02/12/2017, 17:20 WIB Vaksin Dikembangkan, Harapan Baru Perangi HIV

Vaksin Dikembangkan, Harapan Baru Perangi HIV

Kita 02/12/2017, 16:56 WIB Kenapa Siklon Cempaka Lebih Dahsyat Dampaknya Dibandingkan Dahlia?

Kenapa Siklon Cempaka Lebih Dahsyat Dampaknya Dibandingkan Dahlia?

Oh Begitu 02/12/2017, 15:27 WIB Menalar Fenomena Danau Dadakan akibat Siklon Cempaka di Gunung Kidul

Menalar Fenomena Danau Dadakan akibat Siklon Cempaka di Gunung Kidul

Oh Begitu 02/12/2017, 14:55 WIB Dua Siklon Tropis Baru Berpotensi Muncul, Bibitnya Terdeteksi BMKG

Dua Siklon Tropis Baru Berpotensi Muncul, Bibitnya Terdeteksi BMKG

Fenomena 02/12/2017, 11:43 WIB Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terinfeksi HIV daripada PSK, Kok Bisa?

Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terinfeksi HIV daripada PSK, Kok Bisa?

Kita 01/12/2017, 17:05 WIB Kenalkan, Ini Pseudoliparis swirei, Ikan dari Tempat Terdalam di Bumi

Kenalkan, Ini Pseudoliparis swirei, Ikan dari Tempat Terdalam di Bumi

Fenomena 01/12/2017, 14:53 WIB Tanaman Gandarusa Diteiti dan Ternyata Punya Zat Penghambat Virus HIV

Tanaman Gandarusa Diteiti dan Ternyata Punya Zat Penghambat Virus HIV

Kita 01/12/2017, 13:55 WIB Kejutkan Astronom, 11 Bayi Bintang Lahir di Dekat Lubang Hitam

Kejutkan Astronom, 11 Bayi Bintang Lahir di Dekat Lubang Hitam

Fenomena 30/11/2017, 21:35 WIB Lebih Kuat dari Atlet Dayung, Apa Rahasia Perempuan Prasejarah?

Lebih Kuat dari Atlet Dayung, Apa Rahasia Perempuan Prasejarah?

Kita 30/11/2017, 21:05 WIB Kenapa Nama Siklon di Indonesia Selalu Bunga? Ini Penjelasan BMKG

Kenapa Nama Siklon di Indonesia Selalu Bunga? Ini Penjelasan BMKG

Oh Begitu 30/11/2017, 20:04 WIB Ada Bakteri di Luar Angkasa, Mungkinkah dari Alien?

Ada Bakteri di Luar Angkasa, Mungkinkah dari Alien?

Oh Begitu 30/11/2017, 19:31 WIB Apa Itu Kebocoran Katup Aorta yang Dialami Bondan Winarno?

Apa Itu Kebocoran Katup Aorta yang Dialami Bondan Winarno?

Kita 30/11/2017, 18:21 WIB Lama Jadi Misteri, Tes DNA Ungkap Identitas Asli Manusia Salju 'Yeti'

Lama Jadi Misteri, Tes DNA Ungkap Identitas Asli Manusia Salju "Yeti"

Fenomena 30/11/2017, 17:27 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Gunungkidul

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »